Bank Indonesia Gandeng Difabel Solo Lawan Penipuan Digital

Solo, SoloTimes.id – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menghadiri kegiatan “Bank Indonesia Goes to Community” bersama Komite Disabilitas Kota Surakarta di Gedung Bank Indonesia Solo, Rabu (6/4). Wakil Wali Kota, Astrid Widayani menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bank Indonesia terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas.

Astrid mengatakan Pemerintah Kota Surakarta juga mengapresiasi Komite Disabilitas Daerah (KDD) Kota Surakarta yang selama ini menjadi wadah sekaligus jembatan aspirasi penyandang disabilitas.

“KDD telah berperan sebagai mediator dan fasilitator yang menghubungkan kebutuhan masyarakat disabilitas dengan kebijakan pemerintah, sehingga pembangunan di Kota Surakarta dapat berjalan lebih inklusif,” ujarnya.

Ia menyambut baik kolaborasi antara KDD dan Bank Indonesia Solo yang menjadi langkah konkret dalam meningkatkan literasi keuangan, khususnya terkait pembayaran digital, perlindungan konsumen, serta penguatan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Astrid menjelaskan pentingnya mengenalkan transaksi nontunai serta edukasi perlindungan konsumen dalam transaksi digital, khususnya bagi penyandang disabilitas.

“Layanan keuangan digital, jika dipahami dengan baik, dapat membantu menjamin keamanan keuangan masyarakat. Namun, literasi tetap menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak dalam risiko penipuan digital,” katanya.

Menurutnya, kemudahan transaksi digital harus dapat dinikmati seluruh kelompok masyarakat tanpa terkecuali.

“Kegiatan ini diharapkan bukan hanya mengenalkan pembayaran nontunai, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap rupiah serta mendorong masyarakat mencintai produk dalam negeri dan karya anak bangsa,” lanjutnya.

Ia menambahkan, banyak penyandang disabilitas yang juga berperan sebagai penggerak UMKM. Karena itu, pemahaman terhadap sistem pembayaran digital menjadi penting untuk mendukung usaha mereka agar lebih berkembang dan aman.

“Peserta yang hadir hari ini diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar lebih dalam tentang pembayaran digital, sehingga bisa menghindari berbagai bentuk penipuan di era digital,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, sekitar 150 peserta hadir, terdiri dari penyandang disabilitas serta orang tua anak berkebutuhan khusus. Astrid mengaku bangga dengan antusiasme peserta yang menunjukkan semangat untuk terus belajar dan berkembang.

“Semangat ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk maju. Harapannya, semua bisa semakin cerdas secara digital dan bijak dalam mengelola keuangan,” ucapnya.

Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Astrid, berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya kota yang inklusif dan ramah disabilitas, dengan memberikan kesempatan setara bagi seluruh warga.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kemandirian serta kesejahteraan penyandang disabilitas di Kota Surakarta.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman kaum disabilitas terkait keuangan digital, sehingga mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, mandiri, dan produktif di era digital. (LRP)