Revitalisasi Karaton Solo Dimulai, Fadli Zon Dorong Digitalisasi Budaya

Surkarta, SoloTimes – Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Walikota Solo Respati Ardi dan Sinuhun PB XIV Hangabehi, serta Panembahan Agung Tedjowulan melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat, Rabu (23/9/2026). Pada kesempatan yang sama, ia juga meresmikan hasil revitalisasi Kantoran Dalem, bangunan bersejarah yang menjadi pusat administrasi Karaton pada masa lalu.

Revitalisasi tersebut tidak hanya berfokus pada pemugaran bangunan fisik, tetapi juga mencakup pelestarian warisan budaya, termasuk digitalisasi naskah dan pengetahuan Karaton agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

“Revitalisasi Karaton Surakarta tidak hanya menyangkut pemulihan dan penataan fisik kawasan. Proses tersebut juga diarahkan pada penguatan pelestarian pengetahuan, naskah, tradisi, serta berbagai warisan budaya,” jelasnya.

Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga mendorong pelestarian warisan intelektual Karaton melalui digitalisasi berbagai koleksi bersejarah.

Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap naskah, arsip, dan pengetahuan yang selama ini tersimpan di lingkungan Karaton.

Saat ini proses digitalisasi telah dimulai melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Manasa, yang menargetkan digitalisasi sekitar 200 naskah kuno. Meski demikian, jumlah tersebut masih menjadi sebagian kecil dari keseluruhan koleksi yang memerlukan pelestarian secara berkelanjutan.

“Digitalisasi diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap berbagai koleksi dan sumber pengetahuan Karaton Surakarta. Dengan pemanfaatan teknologi, warisan pengetahuan yang selama ini tersimpan dapat dipelajari dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas.”

Dikesempatan yang sama GKR Koes Moertiyah Wandansari mengatakan

Kementerian Kebudayaan menilai keberhasilan revitalisasi Karaton Surakarta memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga kebudayaan, akademisi, hingga sektor swasta.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembiayaan sekaligus mempercepat pelestarian aset budaya yang dimiliki Karaton Surakarta.

Peletakan batu pertama revitalisasi Karaton Surakarta menjadi penanda dimulainya tahap baru pelestarian kawasan bersejarah tersebut. Sementara revitalisasi Kantoran Dalem menjadi simbol bahwa upaya menjaga warisan budaya tidak hanya dilakukan dengan merawat bangunan, tetapi juga memperkuat akses pengetahuan melalui digitalisasi demi generasi mendatang.

“Kolaborasi antara Karaton Surakarta, pemerintah, lembaga terkait, serta berbagai pihak lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program revitalisasi dan pelestarian,” pungkasnya.

[Ayu Sastro]