OJK Solo Siapkan Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Solo Raya, UMKM dan Anak Muda Dibidik
Surakarta, SoloTimes.id – Otoritas Jasa Keuangan Solo bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Solo Raya mulai menyiapkan strategi baru untuk mendorong ekonomi kreatif dan UMKM di Solo Raya. Salah satu fokusnya adalah memperluas akses keuangan yang lebih dekat dengan generasi muda dan pelaku usaha lokal.
Program tersebut dibahas dalam Rapat Pleno dan Capacity Building TPAKD Solo Raya 2026 di Ballroom Kantor OJK Solo, Kamis (21/5/2026). Hadir dalam kegiatan itu perwakilan pemerintah daerah se-Solo Raya, Bank Indonesia Solo, hingga pelaku jasa keuangan.
Kepala OJK Solo, Muhammad Mufid, mengatakan OJK telah menyiapkan Roadmap TPAKD 2026-2030 untuk memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat literasi masyarakat.
“Roadmap ini tidak hanya berfokus pada perluasan akses, tetapi juga pada kualitas pemahaman, perlindungan konsumen dan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan juga sebagai peta jalan penguatan ekosistem literasi dan inklusi, keuangan daerah,” ucap Mufid.
Menurutnya, program TPAKD kini tidak hanya bicara soal pinjaman atau layanan bank, tetapi juga pengembangan potensi ekonomi daerah lewat kolaborasi lintas sektor.
“OJK membentuk Ekosistem Kemitraan Terpadu melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) untuk mengembangkan potensi keunggulan masing-masing daerah dalam wadah TPAKD. Langkah ini dilakukan melalui berbagai kolaborasi terintegrasi antar stakeholders dan pemanfaatan produk keuangan untuk meningkatkan nilai tambah keunggulan suatu daerah,” lanjut Mufid.
Saat ini OJK Solo sudah mengembangkan sektor pertanian padi dan jagung di Sragen. Selanjutnya, proyek pengembangan susu sapi perah akan dilakukan di Boyolali dengan dukungan pembiayaan dan infrastruktur digital.
Tak hanya itu, OJK Solo bersama BI Solo dan Pemkot Surakarta juga bakal mendorong sektor ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru di Solo Raya.
“OJK Solo berkolaborasi dengan TPAKD Kabupaten Sragen melalui pengembangan komoditas padi dan jagung. Selanjutnya, akan dilakukan pilot project pengembangan komoditas susu sapi perah dengan penguatan ekosistem pembiayaan dan infrastruktur digital di Kabupaten Boyolali. Ke depan, OJK Solo bersama Bank Indonesia Solo dan Pemerintah Kota Surakarta akan mencanangkan PED sektor ekonomi kreatif yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Mufid.
Lewat program tersebut, OJK berharap akses layanan keuangan makin merata, sekaligus membuka peluang baru bagi UMKM dan industri kreatif di Solo Raya agar lebih kompetitif di era digital. (RYP)

