Solo Batik Fashion ke-18 Digelar 31 Oktober, Angkat Tema Nusantara
Surakarta, SoloTimes.id – Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menggelar Solo Batik Fashion (SBF) ke-18 pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Mengusung tema “Nusantara”, ajang peragaan busana batik ini akan berlangsung di Graha Wisata Niaga, kawasan Taman Sriwedari, Kota Solo.
Penyelenggaraan Solo Batik Fashion 2026 menjadi upaya memperkenalkan keragaman batik dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus mendorong perkembangan industri kreatif berbasis budaya. Tahun ini, SBF juga memberikan ruang bagi pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk menampilkan kreativitas mereka melalui karya busana batik.
SBF ke-18 diselenggarakan Pemkot Surakarta melalui Disbudpar bekerja sama dengan CV Hapsanto Keishya Jaya serta berkolaborasi dengan Solo Fashion Week.
Perwakilan Solo Fashion Week, Djongko Rahardjo, mengatakan tema Nusantara dipilih untuk memperluas pengenalan masyarakat terhadap batik yang berkembang di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai batik selama ini masih banyak terpusat pada Solo dan Yogyakarta. Padahal, daerah lain dari Indonesia bagian barat hingga timur juga memiliki motif, karakter, dan kreasi batik tersendiri.
“Padahal kenyataannya, dari ujung Indonesia bagian timur hingga barat sudah ada kreasi batik mereka tersendiri,” kata Djongko, Rabu (21/10/2026).
Melalui tema tersebut, para desainer diharapkan dapat mengeksplorasi kekayaan motif dan tradisi batik dari berbagai daerah. Dengan demikian, Solo Batik Fashion tidak hanya menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga sarana memperkenalkan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Kepala Disbudpar Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan penyelenggaraan SBF tahun ini turut menitikberatkan pada keterlibatan dunia pendidikan. Pelajar SMK dan siswa SLB mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka di panggung fesyen.
“Tidak hanya mengusung dan mengajak nama-nama terkenal saja, tetapi ada kepedulian tentang pendidikan. Nanti akan ada koleksi dari anak-anak SMK hingga adik-adik SLB,” ujarnya.
Sejumlah institusi pendidikan yang dijadwalkan terlibat antara lain Desain Mode Universitas Sebelas Maret (UNS), SMKN 4 Solo, Primasana dari SMKN Pacitan, serta DIKSUS SLB.
Mereka akan tampil bersama pelaku industri dan rumah batik, seperti Batik Danar Hadi, Hadinata Batik, Batik Riana Kesuma, dan Batik Iskandartex. Selain itu, sejumlah label dan desainer yang dijadwalkan berpartisipasi meliputi Purana by Nomita Respati dan House of Hasto.
Rangkaian kegiatan Solo Batik Fashion 2026 juga dilengkapi dengan agenda pendukung. Pada Sabtu (31/10/2026) pukul 15.00 WIB, pengunjung dapat mengikuti bincang bersama Ketua Dekranasda Kota Surakarta, Venessa Respati Ardi, dengan tema “Di Balik Karya Solo: Mengenal Dekranasda Surakarta”. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan peragaan busana dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara itu, pada Minggu (1/11/2026) pukul 10.00 WIB, akan digelar Lomba Fashion Show Rotary bertema “Kreasi Batik Nusantara”. Adapun peragaan busana utama dijadwalkan berlangsung pada kedua malam penyelenggaraan, mulai pukul 19.00 WIB.
Melalui penyelenggaraan SBF ke-18, Pemkot Surakarta berharap batik semakin berkembang sebagai bagian dari industri kreatif sekaligus identitas budaya bangsa. Ajang ini juga diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda, termasuk siswa berkebutuhan khusus, untuk berkarya dan mengambil bagian dalam pelestarian batik Indonesia.
[Ayu Sastro]

