Warga Solo Tukarkan Puluhan Ribu Koin, Totalnya Capai Rp15 Juta

Surakarta, SoloTimes.id – Uang logam yang biasanya tersimpan lama di celengan atau tercecer di rumah ternyata masih punya nilai ekonomi cukup besar. Hal itu terlihat dalam layanan penukaran koin yang dibuka Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo dalam gelaran Gema Syiar Sekaten 2026 di Solo Square Mall.

Selama dua hari pertama, Jumat dan Sabtu, masyarakat menukarkan lebih dari 36 ribu keping uang logam dengan nilai sekitar Rp15 juta. Pecahan Rp500 dan Rp200 menjadi koin yang paling banyak dibawa warga.

Antusiasme masyarakat bahkan membuat BI Solo menambah kuota hadiah minyak goreng gratis bagi warga yang mengikuti program penukaran.

“Pada hari Jumat terkumpul sekitar Rp6 juta dari 14.810 keping, kemudian hari Sabtu sekitar Rp9 juta dari 21.309 keping,” kata Administrator Perkasan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah BI Solo, Muhammad Faisal Fahmi, Minggu (30/8/2026).

1. Mengapa Warga Beramai-ramai Menukarkan Koin?

Layanan penukaran tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengubah kembali uang logam yang selama ini tersimpan dan tidak banyak digunakan.

Sebagian warga membawa koin hasil uang kembalian dari aktivitas sehari-hari. Ada pula yang sengaja membongkar celengan anak untuk ditukarkan di stan BI Solo.

Salah satu warga bahkan datang membawa beberapa kantong plastik berisi uang logam dengan nilai mencapai Rp2,3 juta dalam satu kali transaksi.

“Banyak masyarakat yang membawa uang logam dari celengan maupun uang kembalian yang selama ini disimpan,” ujar Faisal.

Dari penukaran selama dua hari, jumlah antrean mencapai 82 orang. Pada hari terakhir, antrean kembali menembus lebih dari 60 orang.

2. Kok Bisa Dapat Minyak Goreng Gratis?

BI Solo memberikan insentif sederhana untuk menarik minat masyarakat mengembalikan uang logam ke dalam sistem peredaran.

Warga yang menukarkan sedikitnya 100 keping uang logam, dengan pecahan bebas, mendapatkan minyak goreng kemasan 1 liter secara gratis.

Tingginya antusiasme membuat kuota hadiah ditambah. Jika sebelumnya disediakan 40 liter minyak goreng per hari, BI Solo kemudian meningkatkan jumlahnya menjadi 60 liter per hari.

Menurut Faisal, program tersebut sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat bahwa uang logam tetap memiliki nilai dan dapat kembali dimanfaatkan dalam aktivitas ekonomi.

3. Setelah Ditukar, Koin-koin Itu Dibawa ke Mana?

Uang logam yang terkumpul tidak langsung berhenti di tempat penukaran. Seluruh koin akan dibawa ke kantor BI Solo untuk melalui proses penyortiran menggunakan mesin penghitung otomatis.

Koin yang kondisinya masih baik dan memenuhi standar sebagai Uang Layak Edar (ULE) akan kembali diedarkan melalui perbankan. Selanjutnya, uang tersebut dapat digunakan masyarakat, termasuk untuk memenuhi kebutuhan uang kembalian para pedagang.

Sementara itu, koin yang sudah rusak, aus, cacat, atau mengalami oksidasi dan masuk kategori Uang Tidak Layak Edar (UTLE) akan ditarik dari peredaran dan dimusnahkan sesuai prosedur Bank Indonesia.

Penukaran koin tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian Gema Syiar Sekaten 2026 yang berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di Solo Square Mall.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga mencatat dampak ekonomi yang cukup besar. Selama tiga hari pameran, transaksi langsung UMKM mencapai Rp520 juta, sedangkan omzet UMKM dalam seluruh rangkaian road to Sekaten 2026 mencapai Rp10,3 miliar.

Gelaran yang mengusung tema “Sinergi Berkarya, Halal Berdaya” itu juga mencatat 23.100 pengunjung serta mempertemukan 31 UMKM syariah dengan lembaga pembiayaan melalui business matching dengan komitmen pembiayaan mencapai Rp1,3 miliar.

Reporter: Ayu Sastro