Bongkar Cerita Jokowi! Razman Sebut JK Tak Berperan, Ini Sosok Kunci di Balik Pencalonan
Surakarta, Solo Times – Ketua Umum Relawan Kami Jokowi-Gibran, Razman Arif Nasution, mengungkap isi pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang berlangsung sekitar 30 menit. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut menceritakan proses awal dirinya maju sebagai Gubernur DKI Jakarta sekaligus membantah klaim peran besar Jusuf Kalla (JK).
Razman mengatakan, Jokowi memang pernah menerima telepon dari JK terkait peluang maju
di Pilkada DKI Jakarta. Namun, menurutnya, Jokowi hanya meminta agar pembicaraan tersebut dilanjutkan melalui partai politik.
“Tadi kami diskusi dengan Pak Jokowi tentang Pak JK. Beliau bilang JK menelepon, ‘Pak Wali Kota minat nggak jadi Gubernur DKI?’. Jawaban Pak Jokowi, ‘Ya sudah Pak, kalau gitu Bapak bicaranya ke partai’. Jadi nggak benar kalau beliau (JK) yang menjadikan,” ujar Razman kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).
Ia menegaskan, berdasarkan penuturan Jokowi, sosok yang memiliki peran besar dalam pencalonan tersebut justru adalah Hashim Djojohadikusumo, Prabowo Subianto, dan Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Jokowi juga membenarkan pernyataan Hashim terkait proses politik saat itu.
“Yang benar itu ada peran Pak Hashim, Pak Prabowo, dan Bu Mega. Pak Jokowi membenarkan pernyataan Pak Hashim. Jadi kalau ada bahasa Pak JK yang mengantar jadi Presiden atau Gubernur, itu tidak benar,” tegasnya.
Terkait posisi JK sebagai calon wakil presiden pada periode pertama, Razman menyebut Jokowi tidak melakukan intervensi dalam penentuan tersebut. Ia menilai keputusan itu sepenuhnya berasal dari usulan partai politik yang kemudian diterima oleh Jokowi.
“Pak JK itu jadi cawapres Pak Jokowi tidak melibatkan diri. Beliau hanya menerima karena beliau paham bahwa dia diajukan. Karena dia tidak punya kepentingan untuk memilih calon untuk melakukan sesuatu untuk bangsa yang negatif, tidak,” jelasnya.
Razman juga menyinggung komunikasi politik yang melibatkan sejumlah tokoh dalam proses pencalonan kepala daerah di Jakarta, termasuk pertemuan yang difasilitasi oleh Hashim dan Prabowo.
Selain itu, ia memastikan hubungan personal Jokowi dengan tokoh-tokoh bangsa tetap terjaga baik meskipun terdapat perbedaan pandangan politik.
“Apakah benci ke Pak JK, tidak. Apakah benci ke Bu Mega, tidak. Ini hanya masalah pilihan politik yang mungkin berbeda hari ini, tapi tidak ada benci dalam diri Pak Jokowi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Razman juga menegaskan bahwa Jokowi tidak pernah mencampuri pemerintahan mendatang di bawah Prabowo Subianto. Ia membantah keras isu yang menyebut adanya intervensi dari Jokowi.
“Ini penting, beliau bilang ‘Saya orang kampung Pak Razman, saya tidak pernah sama sekali mencampuri pemerintahan Pak Prabowo’. Jadi kalau ada suara di luar mengatakan ada intervensi, itu tidak pernah. Tidak pernah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Jusuf Kalla menyampaikan pernyataan yang menyinggung perannya dalam perjalanan politik Jokowi. Ia mengaku sebagai sosok yang mendorong Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga akhirnya menjadi Presiden ke-7 RI.
“Kasih tahu semua itu teman-teman itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” tegas JK. –

