Bos Wong Solo Grup Ungkap Tantangan Catering Haji, Siap Ekspansi Dapur ke Arab Saudi

Surakarta – Owner Wong Solo GrupPuspo Wardoyo, mengungkapkan pentingnya keandalan distribusi makanan bagi jemaah haji saat menerima kunjungan Komisi VIII di pabrik PT Hati. Ia menegaskan, kegagalan distribusi makanan bisa berdampak besar karena kondisi di lokasi ibadah yang terbatas.

“Kalau sampai gagal, ini bisa bermasalah besar. Di Arafah itu tidak ada orang jualan makanan. Uang pun tidak bisa digunakan kalau makanan tidak tersedia,” kata Puspo.

Menurutnya, sistem makanan siap saji menjadi solusi utama, terutama saat puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Mina, Muzdalifah) yang sulit dijangkau distribusi logistik biasa.

Siap Bangun Dapur di Arab Saudi

Puspo mengaku tengah menjajaki rencana ekspansi dengan membangun dapur produksi langsung di Arab Saudi. Langkah ini dinilai lebih efisien dibanding terus mengirim produk dari Indonesia yang kini menghadapi kenaikan biaya logistik.

“Harga pengiriman sudah naik cukup tinggi. Kalau terus kirim dari sini, lama-lama tidak mampu. Maka kami berencana buka dapur di sana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini bahan baku utama seperti rempah-rempah masih berasal dari Indonesia. Namun, produksi di lokasi tujuan dinilai bisa menekan biaya sekaligus mempercepat distribusi.

Puspo juga mengklaim perusahaannya menjadi salah satu pionir dalam produksi makanan siap saji lengkap (nasi dan lauk) dengan daya tahan tinggi.

“Belum banyak yang bisa bikin nasi awet seperti ini. Full meal nasi dan lauk, mungkin baru kami yang bisa,” katanya.

Tantangan Biaya dan Sistem Pembayaran

Selain logistik, tantangan lain yang dihadapi adalah sistem pembayaran dalam proyek katering haji yang dilakukan setelah layanan selesai. Hal ini menuntut kesiapan modal besar dari perusahaan.

“Kalau bisnis memang harus punya modal. Sistem pembayaran di akhir itu jadi tantangan, terutama bagi perusahaan,” jelasnya.

Meski begitu, ia memastikan distribusi makanan untuk jemaah tetap berjalan optimal. Pengalaman sebelumnya, kata dia, menjadi pelajaran penting untuk memastikan pasokan tersedia tepat waktu.

Puspo berharap ke depan ada skema kerja sama yang lebih panjang dan stabil, sehingga pelaku usaha dalam negeri bisa lebih berkembang dan berkontribusi maksimal dalam pelayanan haji Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *