Wakil DPR Dorong Catering Rasa Indonesia untuk Jemaah Haji, Ini Alasannya
Surakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, meninjau pabrik makanan siap saji milik PT Hati di Surakarta, Kamis (23/4/2016). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti pentingnya penyediaan katering bercita rasa Indonesia bagi jemaah haji di Arab Saudi.
Menurutnya, kehadiran makanan dengan rasa khas Indonesia menjadi faktor penting dalam kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.
“Dulu jemaah masih menikmati catering rasa India atau Pakistan, sehingga banyak yang tidak dimakan. Sekarang sudah mulai ada rasa Indonesia, dan itu sangat membantu kenyamanan jemaah,” ujar Abdul Wachid.
Ia mengapresiasi langkah PT Hati yang telah menyuplai makanan siap saji bagi jemaah haji Indonesia di Makkah, Madinah, hingga Armuzna (Arafah, Mina, Muzdalifah). Produk tersebut dinilai tidak hanya menghadirkan cita rasa Indonesia, tetapi juga memiliki daya tahan tinggi tanpa bahan pengawet.
“Produk ini bisa bertahan sampai dua tahun tanpa pengawet. Ini luar biasa dan harus kita dorong,” katanya.
Abdul Wachid menegaskan bahwa ke depan pemerintah akan mendorong sistem kontrak jangka panjang hingga 10 tahun untuk layanan haji, termasuk katering dan pemondokan. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.
Menurutnya, regulasi baru akan melibatkan BPKH serta kebijakan haji yang tengah disusun bersama pemerintah.
“Kita ingin pelayanan lebih baik dengan harga lebih murah. Salah satunya lewat kontrak jangka panjang,” jelas politisi dari Partai Gerindra tersebut.
Meski demikian, ia mengakui masih ada kendala dalam penyediaan konsumsi haji, terutama terkait vendor yang belum mampu memenuhi kontrak secara optimal.
“Saya dengar masih ada vendor yang belum bisa memberikan pelayanan tepat waktu dan baik. Ini akan jadi pengawasan kami,” tegasnya.
Ia memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Haji agar pengawasan diperketat, sehingga tidak terjadi kekurangan makanan bagi jemaah.
Di sisi lain, ia juga mendorong pengusaha Indonesia untuk berinvestasi langsung di Arab Saudi, termasuk membangun pabrik makanan di sana. Hal ini dinilai dapat memperkuat kemandirian layanan haji Indonesia.
“Kami bahkan sudah diskusi dengan Bappenas dan akan sampaikan ke presiden agar produk dalam negeri bisa lebih didorong ke sana,” katanya.
Abdul Wachid berharap semakin banyak perusahaan nasional yang mampu bersaing secara global dan memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

