Tak Terdampak Kenaikan Avtur, 73 Jamaah Haji Khusus Hajar Aswad Mubaroq Berangkat dengan Dokter Pendamping

Surakarta, SoloTimes.id – Di tengah kenaikan harga avtur yang berdampak pada biaya penerbangan internasional, sebanyak 73 jamaah haji khusus dari Hajar Aswad Mubaroq tetap bisa berangkat ke Tanah Suci tanpa terkena tambahan biaya tiket pesawat.

Keberangkatan jamaah dilakukan melalui Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Senin (11/5/2026). Para jamaah lebih dulu terbang menuju Jakarta menggunakan maskapai Garuda Indonesia sebelum melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi dengan Saudia Airlines.

Sejak pagi, suasana haru tampak menyelimuti area keberangkatan. Keluarga jamaah memadati lokasi pelepasan untuk mengantar keberangkatan para calon haji. Pelukan, doa, hingga tangis haru mengiringi langkah jamaah menuju ruang check-in.

Pihak penyelenggara menyebut jamaah tahun ini beruntung karena seluruh proses administrasi dan pemesanan tiket telah diselesaikan jauh hari sebelum biaya operasional penerbangan internasional mengalami kenaikan.

Selain memastikan keberangkatan tetap aman dari lonjakan biaya tiket, penyelenggara juga memberikan layanan pendampingan kesehatan khusus selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. H. Haris Dwi Setiawan, Sp.Pd., ikut mendampingi jamaah selama berada di Tanah Suci guna memastikan kondisi kesehatan jamaah tetap terpantau.

Tak hanya itu, tim pembimbing ibadah dan khidmat turut mendampingi perjalanan jamaah, di antaranya Ustad Faiz Baradja, Ustad Ali Rosidi, serta Hj. Retno Anugerah Andriyani.

Owner PIHK Hajar Aswad Mubaroq, Hj. Retno Anugerah Andriyani, mengatakan pelayanan dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Alhamdulillah jamaah tahun ini tidak terdampak kenaikan tiket akibat avtur karena seluruh proses sudah kami selesaikan sejak awal. Selain itu, kami juga menyiapkan pendampingan dokter khusus dan tim khidmat agar jamaah lebih aman dan nyaman selama menjalankan ibadah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendampingan kesehatan dan pelayanan intensif menjadi bagian penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan fokus.

Keberangkatan 73 jamaah tersebut menjadi momen penuh rasa syukur, terlebih di tengah tantangan global dan dinamika industri penerbangan internasional yang tengah mengalami tekanan biaya operasional. (RYP)