Gubernur Jateng Bidik Kebangkitan Tinju Jateng Lewat Kejurnas Sabuk Emas

Surakarta, SoloTimes.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya membangkitkan kembali prestasi olahraga tinju di Jawa Tengah. Hal itu disampaikannya saat membuka Kejuaraan Nasional Tinju yang memperebutkan Sabuk Emas Gubernur Jawa Tengah dan Sabuk Emas Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) di Hotel Sahid Jaya, Surakarta, Sabtu (4/7/2026).

Kejuaraan yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya petinju-petinju berprestasi yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menilai Jawa Tengah memiliki modal besar untuk mencetak atlet tinju berkualitas. Banyaknya sasana tinju dan atlet muda dinilai harus dimaksimalkan sebagai pusat pembinaan yang mampu menghasilkan prestasi sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, sasana tinju memiliki peran penting sebagai tempat menempa disiplin, kerja keras, serta sportivitas, bukan sekadar lokasi latihan fisik.

“Jawa Tengah memiliki banyak atlet dan sasana tinju. Tempat-tempat tersebut harus mampu melahirkan prestasi sekaligus membentuk karakter anak-anak muda,” ujar Luthfi usai menyaksikan pertandingan pembuka serta menyerahkan Sabuk Emas Gubernur Jawa Tengah kepada penyelenggara dan juara kelas profesional.

Luthfi mengatakan semakin sering atlet mengikuti kompetisi, semakin besar peluang mereka meningkatkan kemampuan teknik, pengalaman bertanding, dan mental sebagai petinju. Ia pun mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan ini sebagai langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

Tak hanya itu, ia juga mendorong Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Jawa Tengah agar memperluas penyelenggaraan kejuaraan hingga ke berbagai kabupaten dan kota dengan melibatkan pemerintah daerah.

Menurut Luthfi, penyelenggaraan event olahraga dapat memberikan dampak ganda. Selain memperkuat pembinaan atlet, kegiatan tersebut juga mampu menggerakkan sektor pariwisata melalui konsep sport tourism, terutama karena olahraga kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Olahraga sudah menjadi gaya hidup generasi muda. Karena itu, kegiatan seperti ini bukan hanya mencetak atlet, tetapi juga dapat mendorong berkembangnya sport tourism di berbagai daerah,” katanya.

Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti, mengatakan kejuaraan nasional tersebut merupakan langkah awal untuk mengembalikan kejayaan tinju Jawa Tengah yang pernah melahirkan petinju kelas dunia, seperti Cris John. Ia berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berlanjut agar pembinaan olahraga tinju semakin berkembang.

Selain menggelar kejuaraan nasional, ATI Jawa Tengah juga berencana mengadakan kompetisi secara rutin di berbagai daerah dengan konsep sportainment, yakni memadukan pertandingan olahraga dengan hiburan agar lebih menarik minat masyarakat.

Menurut Asri, program tersebut sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali sasana-sasana tinju yang belakangan mulai sepi peminat, meski para mantan petinju dan pelatih masih terus membina atlet muda secara sukarela.

“Kami ingin Jawa Tengah kembali memiliki petinju-petinju yang mampu bersaing di tingkat nasional. Melalui kejuaraan seperti ini, kami bisa menjaring bibit-bibit unggul untuk masa depan,” ujar Asri.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

“Ya terima kasih buat Pak Puspo (Kalipepeland), Bank Jateng juga yang sudah memberikan support terhadap diselenggarakannya olahraga ini,” ucapkan.

Asri menambahkan, pihaknya siap membawa kejuaraan tinju berkeliling ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah sebagai bagian dari pembinaan atlet sekaligus memperluas antusiasme masyarakat terhadap olahraga tinju.

Sementara itu, pemilik Kalipepe Land, Puspo Wardoyo, yang menjadi salah satu sponsor kegiatan, menilai kejuaraan nasional tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas.

“Ini kan merupakan salah satu bentuk dari sportivitas dari masyarakat atau remaja perlu ada prestasi lebih lanjut,” ujarnya.

Puspo memastikan dukungannya terhadap perkembangan olahraga tinju akan terus berlanjut. Bahkan, ia menyatakan kesiapan Kalipepe Land menjadi tuan rumah apabila ATI ingin menggelar kejuaraan pada kesempatan berikutnya.

“Saya kira ini terus diadakan, tadi Pak Gubernur bilang kita nanti bisa digelar di Kalipepe bisa Pak Puspo, saya bilang siap gitu,” pungkasnya. (Ayu Sastro)