PB XIV Hangabehi Gelar Grebeg Besar Tanggal 28 Mei
Surakarta, SoloTimes.id – Karaton Surakarta Hadiningrat akan menyelenggarakan Upacara Adat Grebeg Besar Dal 1959 pada Kamis Kliwon, 28 Mei 2026 pukul 09.00 WIB di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat.
Kegiatan ini merupakan tradisi sakral Karaton dalam memperingati Hari Raya Iduladha yang telah berlangsung turun-temurun. Sejak masa Pakubuwono XII, pelaksanaan Grebeg Besar dilakukan pada Bakda kedua atau hari kedua setelah Iduladha menurut penetapan pemerintah, sebagai bentuk penghormatan kepada sentana dalem dan abdi dalem agar dapat merayakan Iduladha hari pertama bersama keluarga masing-masing.
GKR Koes Moertiyah Wandansari selaku Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat menyampaikan bahwa Grebeg Besar merupakan simbol rasa syukur Karaton dan masyarakat atas limpahan berkah serta anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
“Memang sejak Sinuhun Pakubuwono XII, pelaksanaan dipilih pada hari kedua agar sentana dan abdi dalem pada hari pertama dapat bersama keluarganya,” ujar Gusti Moeng, Senin (25/5/2026).
Sementara itu, Pakubuwono XIV Hangabehi dalam dawuh dalemnya mengajak seluruh sentana dalem, abdi dalem, dan masyarakat untuk menjadikan Grebeg Besar sebagai momentum memperkuat rasa syukur, persatuan, serta pelestarian budaya adiluhung warisan leluhur Mataram Islam.
Sinuhun juga menegaskan bahwa tradisi Grebeg Besar bukan sekadar seremoni budaya, melainkan bagian dari syiar spiritual, sedekah Karaton kepada rakyat, serta simbol eratnya hubungan antara Karaton Surakarta dengan masyarakat.
Dalam prosesi Grebeg Besar nanti, Karaton akan mengeluarkan satu pasang gunungan beserta ubarampe lainnya yang dikirab dari Karaton menuju Masjid Agung Surakarta dengan iringan prajurit Karaton, sentana dalem, dan abdi dalem.
Sepasang gunungan tersebut terdiri dari:
- Gunungan Jaler, berisi hasil bumi sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran.
- Gunungan Estri, berisi makanan kering matang sebagai simbol kelimpahan rezeki.
Kedua gunungan akan didoakan di Masjid Agung Surakarta oleh pemuka agama Karaton. Setelah prosesi doa selesai, Gunungan Jaler akan diperebutkan masyarakat sebagai simbol berkah, sedangkan Gunungan Estri akan dibawa kembali menuju Kori Kamandungan untuk diperebutkan di halaman Karaton.
Selain kirab Grebeg Besar, Karaton Surakarta juga akan melaksanakan ritual jamasan atau pembersihan pusaka-pusaka sakral Karaton sehari sebelum prosesi berlangsung. Beberapa pusaka yang dijamasi antara lain Meriam Nyai Setomi dan Songsong Kyai Brawijaya.
Karaton Surakarta juga akan melaksanakan penyembelihan dua ekor sapi kurban yang berasal dari sentana dalem dan dipersembahkan kepada Karaton. Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada abdi dalem serta masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai bagian dari pengabdian sosial kepada masyarakat, pada hari yang sama akan diselenggarakan layanan cek kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan Kota Surakarta bagi abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat dan masyarakat umum.
Pelayanan kesehatan gratis tersebut akan berlangsung di Pagelaran Karaton Surakarta mulai pukul 08.30 WIB.
Karaton Surakarta Hadiningrat mengundang masyarakat untuk hadir dan menjadi saksi perjalanan sejarah serta budaya adiluhung yang bersumber dari Karaton Surakarta, sekaligus memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah disediakan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sentana dalem dan abdi dalem yang tetap setya tuhu mengabdi untuk Karaton. Semoga seluruh rangkaian Grebeg Besar Dal 1959 berjalan lancar dan membawa berkah bagi masyarakat,” tutup Gusti Moeng. (RYP)

