Belum Pernah Pimpin APSF, Indonesia Kini Usung Senny Marbun.
Surakarta, SoloTimes.id Indonesia berpeluang mengambil peran lebih besar dalam organisasi olahraga disabilitas Asia Tenggara. Dalam General Assembly ASEAN Para Sports Federation (APSF) yang berlangsung di Solo pada 5–8 Juni 2026, Indonesia mengajukan Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun, sebagai kandidat ketua APSF periode berikutnya.
Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026, Reda Manthovani, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi kepengurusan sebelumnya, tetapi juga momentum untuk menentukan arah organisasi ke depan melalui pemilihan pimpinan baru.
Menurut Reda, Indonesia memiliki peluang untuk memimpin APSF dan berkontribusi lebih besar dalam pengembangan olahraga disabilitas di kawasan ASEAN. Selama ini Indonesia disebut belum pernah menduduki posisi ketua federasi tersebut.
“Harapannya Indonesia bisa mendapat kepercayaan untuk memimpin APSF pada periode mendatang,” kata Reda saat ditemui di sela kegiatan General Assembly APSF di Solo, Jumat (5/6/2026).
Ia menilai momentum pemilihan kali ini menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam memajukan olahraga disabilitas di tingkat regional. Karena itu, dukungan terhadap pencalonan Senny Marbun terus diupayakan.
Reda juga optimistis Senny Marbun mampu menjalankan tugas apabila terpilih. Menurutnya, pengalaman dan keterlibatan Senny dalam pembinaan atlet disabilitas menjadi modal kuat untuk memimpin organisasi tersebut.
Selain agenda pemilihan ketua, pertemuan APSF juga membahas berbagai isu strategis terkait penyelenggaraan olahraga disabilitas di Asia Tenggara. Salah satu yang menjadi perhatian adalah evaluasi pelaksanaan kompetisi sebelumnya, termasuk persoalan pengurangan sejumlah nomor pertandingan yang sempat mendapat sorotan dari Indonesia.
Reda menegaskan bahwa nilai sportivitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap penyelenggaraan ajang olahraga disabilitas. Ia berharap APSF ke depan mampu memastikan seluruh negara peserta mendapatkan perlakuan yang adil sehingga kompetisi dapat berlangsung secara profesional dan menjunjung tinggi semangat olahraga.
General Assembly APSF di Solo dihadiri delegasi dari negara-negara anggota ASEAN dan menjadi salah satu forum penting untuk menentukan kebijakan serta arah pengembangan olahraga disabilitas di kawasan pada masa mendatang. (RYP)

