SMPN 24 dan SMPN 25 Solo Dibuka Jadi Sekolah Unggulan, Ini Keunggulan dan Syarat Masuknya

Surakarta, SoloTimes.id – Pemerintah Kota Surakarta mulai mengubah wajah pendidikan negeri melalui Program Khusus di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta. Dua sekolah yang sebelumnya kurang menjadi pilihan masyarakat itu kini disiapkan sebagai sekolah unggulan untuk mewadahi siswa dengan potensi akademik, intelektual, dan kesamaptaan yang tinggi.

Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dari kuota yang tersedia sebanyak 150 siswa, terdiri atas 75 siswa di masing-masing sekolah, jumlah pendaftar mencapai 418 orang. Sebanyak 314 pendaftar berasal dari Kota Surakarta dan 104 lainnya dari luar daerah.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan program tersebut menjadi langkah awal transformasi pendidikan negeri di Kota Solo. Menurutnya, sekolah negeri harus mampu menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Dulu sekolah ini mungkin hanya menjadi pilihan terakhir. Namun hari ini kondisinya mulai berubah. Antusiasme masyarakat luar biasa. Transformasi pendidikan negeri di Surakarta dimulai dari sini,” kata Respati.

Ia menjelaskan Program Khusus SMPN 24 dan SMPN 25 dirancang untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal. Sekolah ini ditujukan bagi peserta didik yang memiliki kecerdasan, bakat istimewa, kemampuan akademik unggul, hingga potensi kesamaptaan yang baik.

Untuk menunjang pengembangan tersebut, sekolah menerapkan berbagai metode pembelajaran modern seperti sistem moving class, kelas interaktif, pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), serta pendampingan belajar dan pengasuhan siswa secara intensif.

Selain itu, siswa juga akan dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi global dan melanjutkan pendidikan ke berbagai program unggulan. Di antaranya Sekolah Garuda, program beasiswa internasional, hingga jalur prestasi ke sekolah-sekolah favorit.

Tak hanya menawarkan program pembelajaran khusus, sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Siswa yang diterima akan memperoleh paket seragam lengkap secara gratis, fasilitas laptop inventaris untuk kegiatan belajar, sistem pembelajaran moving class, pendalaman metode STEAM, hingga akses pembinaan menuju beasiswa sekolah unggulan.

Program lain yang disiapkan antara lain homestay, kunjungan edukasi kontekstual, serta program intensif penguatan Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa dalam menghadapi persaingan global.

Respati mengatakan proses seleksi siswa dilakukan secara ketat dan menyeluruh. Tidak hanya mengandalkan nilai akademik, calon siswa juga harus mengikuti sejumlah tahapan seleksi untuk mengukur kemampuan dan kesiapan mereka mengikuti program khusus tersebut.

Seleksi meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), tes IQ, psikometrik, tes ketahanan belajar, tes kesamaptaan, hingga wawancara dengan orang tua. Menurut Respati, proses tersebut dilakukan untuk memastikan siswa yang diterima benar-benar memiliki potensi dan dukungan lingkungan yang memadai.

“Ini menunjukkan bahwa anak-anak yang masuk dalam program ini memiliki kemampuan akademik yang tinggi. Mereka adalah anak-anak istimewa dan memiliki potensi intelektual yang kuat. Hal ini juga diperkuat dengan hasil tes kesamaptaan, wawancara orang tua, serta tes ketahanan belajar,” ujarnya.

Dari hasil seleksi, nilai TKA tertinggi tercatat mencapai 190 dari nilai maksimal 200 dengan rata-rata peserta berada di atas angka 160. Sementara itu, nilai IQ tertinggi mencapai 136 dengan rata-rata sekitar 112.

Respati menegaskan program tersebut juga menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas tidak selalu identik dengan biaya mahal. Menurutnya, banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki kemampuan luar biasa dan harus mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Ini yang harus kita jaga. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang terjangkau, tetapi tetap berkualitas. Pendidikan yang baik tidak selalu harus mahal. Tugas pemerintah adalah memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik,” tegasnya.

Melalui Program Khusus SMPN 24 dan SMPN 25, Pemkot Surakarta berharap dapat menciptakan sekolah negeri unggulan yang mampu mencetak siswa berprestasi sekaligus membuka akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. (RYP)