Praktis dan Tahan Lama, MRE Diprediksi Jadi Standar Baru Konsumsi Jemaah Haji

Surakarta, SoloTimes.id – Makanan siap saji atau Meal Ready to Eat (MRE) dinilai menjadi salah satu terobosan penting dalam pelayanan haji Indonesia di Arab Saudi. Selain praktis, makanan siap santap dinilai mampu menjawab berbagai tantangan distribusi konsumsi di tengah tingginya mobilitas jemaah, terutama saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Owner PT Halalan Tayyiban (HATI), Puspo Wardoyo, mengatakan penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, berbagai pembenahan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan jemaah, turut mendukung kelancaran ibadah.

“Kerja sama pemerintah Indonesia dan pemerintah Saudi berjalan sangat baik. Tahun ini saya melihat ada perubahan yang signifikan sehingga penyelenggaraan haji berjalan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Puspo, Minggu (31/5/2026).

Menurut Puspo, MRE menjadi solusi bagi jemaah yang menghabiskan waktu beribadah di Masjidil Haram sepanjang hari dan tidak sempat kembali ke hotel untuk makan. Makanan siap saji dapat dikonsumsi kapan saja tanpa bergantung pada jadwal distribusi makanan segar.

“Kalau membawa MRE, jemaah punya bekal dari rumah. Saat makanan hotel belum datang atau mereka tidak sempat kembali ke hotel karena macet dan cuaca panas, makanan siap saji bisa menjadi solusi,” ujarnya.

Ia menilai kebutuhan jemaah yang terus meningkat akan mendorong penggunaan teknologi dan sistem pangan modern dalam pelayanan haji. Saat ini penggunaan makanan siap saji Indonesia dalam layanan haji mencapai sekitar 15 persen dan diperkirakan terus bertambah pada musim haji mendatang.

“Kalau tempat nyaman, transportasi lancar, makanan enak, praktis dan bergizi, jemaah tidak lagi memikirkan kebutuhan dasar mereka. Mereka bisa lebih fokus dan khusyuk beribadah,” tuturnya.

Puspo menegaskan keberadaan MRE telah terbukti membantu jemaah selama pelaksanaan ibadah haji. “Haji tahun ini sangat sukses, terutama pada aspek pelayanan makanan. MRE terbukti menjadi solusi yang membantu jemaah dalam menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

Senada dengan itu, Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf mengatakan pemerintah menyiapkan sekitar tiga juta paket makanan siap santap untuk sekitar 200 ribu jemaah selama enam hari pelaksanaan ibadah haji. Makanan tersebut digunakan pada fase Armuzna untuk mengantisipasi hambatan distribusi akibat padatnya pergerakan jemaah.

“Sebanyak 3 juta paket selama enam hari untuk sekitar 200 ribu orang. Penggunaannya pada tanggal 7 sampai 13 Zulhijah saat tahapan Armuzna karena trafik pergerakan jemaah sangat padat, sehingga digunakan RTE atau ready to eat,” kata Irfan.

Pemerintah memastikan seluruh makanan yang didistribusikan kepada jemaah telah memenuhi standar keamanan pangan dan kebutuhan gizi. Sementara itu, PT Halalan Tayyiban Indonesia (PT HATI), anak usaha Wong Solo Group, tercatat telah mengirimkan lebih dari 5,3 juta produk makanan siap saji untuk kebutuhan haji dalam empat tahun terakhir.

“Intinya, MRE adalah solusi haji,” pungkas Puspo.

(RYP).