Relawan “Militan Gibran” dari Berbagai Kota Kumpul di Solo, Siap Deklarasi Nasional?
Solo, Solo Times – Sejumlah relawan yang menamakan diri “Militan Gibran” dari berbagai daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Sleman, Klaten, hingga Magelang berkumpul di Solo, Senin (27/4/2026). Pertemuan ini disebut sebagai langkah awal untuk merumuskan pembentukan paguyuban relawan yang lebih terstruktur hingga tingkat nasional.
Salah satu inisiator, Normansyah Teddy, menyebut pertemuan ini berlangsung spontan tanpa agenda resmi sebelumnya.
“Ini hari ini tanpa kita atur, tanpa kita rencanakan, kedatangan saudara-saudara dari Jogja, Jakarta, Sleman, Klaten, Magelang. Mereka ingin merumuskan Militan Gibran menjadi paguyuban yang lain dari yang lain,” ujarnya.
Target bentuk kepengurusan di 38 provinsi
Normansyah mengungkapkan, pihaknya menargetkan pembentukan struktur relawan di seluruh Indonesia. Saat ini, jaringan relawan disebut sudah terbentuk di berbagai wilayah, meski masih dalam tahap pematangan.
“Insyaallah sudah 38 provinsi, tinggal mematangkan, tinggal menunjuk siapa-siapa yang berkenan menjadi ketua DPU-nya atau apapun,” jelasnya.
Ia juga menyebut adanya rencana deklarasi nasional yang kemungkinan digelar pada Juni 2026 mendatang di Solo.
Tekankan gerakan mandiri tanpa dana pemerintah
Menurut Normansyah, gerakan Militan Gibran mengedepankan kemandirian tanpa bergantung pada bantuan dana dari pemerintah.
“Kami tidak ingin menjadi relawan yang meminta sesuatu karena perjuangannya. Kami benar-benar murni berjuang atas dana pribadi dan tidak akan pernah mau menerima bentuk apapun dari dana APBN atau apapun,” tegasnya.
Selain itu, relawan juga menargetkan keterlibatan generasi muda dalam politik dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan tidak terikat aturan partai.
Dorong generasi muda melek politik
Sementara itu, relawan dari Yogyakarta, Dardiri, menilai pentingnya mendorong generasi muda untuk lebih aktif dan sadar politik.
“Pada dasarnya saya datang ke Solo ini melihat sosok Mas Gibran. Saya orang tua tapi mengajak rekan-rekan muda, Gen Z khususnya, supaya lebih melek politik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan relawan asal Jakarta, Edwin WN88, yang menilai figur Gibran Rakabuming Raka sebagai representasi generasi muda dalam kepemimpinan nasional.
“Kita kaum muda harus dukung beliau di 2029. Muda, pikiran kreatif, lebih jernih dan luas,” katanya.
Pertemuan ini menjadi sinyal awal konsolidasi relawan lintas daerah yang berupaya memperkuat basis dukungan, sekaligus mendorong peran generasi muda dalam dinamika politik nasional ke depan.

