Heboh Teror Pocong di Solo, Wali Kota Respati Ancam Proses Hukum Pelaku

Surakarta, SoloTimes.id – Rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong berjalan di kawasan permukiman belakang Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mendadak viral di media sosial. Video tersebut memicu kehebohan sekaligus keresahan warga setelah beredar luas di berbagai platform.

Dalam video berdurasi sekitar 27 detik itu, tampak sosok berbalut kain putih melintas di sebuah gang permukiman pada dini hari. Berdasarkan keterangan yang beredar, lokasi kejadian berada di kawasan Ngoresan, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Rekaman CCTV juga menunjukkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 01.14 WIB.

Unggahan video itu ramai diperbincangkan warganet. Sejumlah warga mengaku khawatir, sementara sebagian lainnya menduga aksi tersebut dilakukan seseorang yang sengaja menyamar untuk menakut-nakuti masyarakat.

Menanggapi viralnya rekaman tersebut, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, siapa pun yang sengaja membuat keresahan dengan berkedok pocong, kuntilanak, sundel bolong, atau bentuk lain akan ditindak tegas.

“Yang mengganggu ketertiban dan membuat warga resah akan kami tindak. Tidak ada toleransi untuk hal-hal yang mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Respati, Senin (8/6/2026).

Respati mengatakan Pemerintah Kota Surakarta telah berkoordinasi dengan Satpol PP dan kepolisian untuk meningkatkan pengawasan. Ia juga memastikan langkah hukum akan ditempuh apabila ditemukan unsur pidana dalam aksi tersebut.

Menurutnya, tindakan yang sengaja menebar ketakutan di tengah masyarakat tidak bisa dianggap sebagai candaan, apalagi jika sampai mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani membenarkan adanya laporan terkait video yang beredar di media sosial. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan fakta di balik kemunculan sosok yang terekam kamera pengawas tersebut.

“Kami masih melakukan pengecekan dan pemantauan terkait informasi yang beredar. Perkembangannya akan kami sampaikan setelah proses pendalaman selesai,” kata Lingga.

Hingga kini, belum diketahui identitas sosok dalam rekaman tersebut maupun motif di balik aksinya. Polisi mengimbau masyarakat tidak terpancing isu yang belum terverifikasi dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. (RYP)