Kasmaji Launching Solo Kota Reuni
Surakarta, SoloTimes.id – Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Surakarta angkatan 2001 atau Kasmaji 2001 meluncurkan gagasan menjadikan Solo sebagai Kota Reuni. Program tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak kunjungan ke Kota Bengawan sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Ketua Kasmaji 2001, Ferry Septha Indrianto, mengatakan konsep Kota Reuni tidak sekadar menjadi agenda temu kangen para alumni, melainkan dikembangkan menjadi sebuah ekosistem wisata berbasis komunitas yang terintegrasi dengan berbagai sektor pendukung.
Menurutnya, reuni memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah. Karena itu, diperlukan paket-paket wisata yang mampu membuat para pengunjung tinggal lebih lama di Solo dan wilayah sekitarnya.
“Kami ingin membangun satu paket wisata berbasis komunitas yang bisa memperkuat posisi Solo sebagai kota event, kota wisata, sekaligus kota MICE. Harapannya Solo bisa memiliki identitas kuat sebagai Kota Reuni,” ujar Ferry saat kegiatan reuni perak Kasmaji 2001 di Solo, Jumat (29/5/2026).
Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Kasmaji 2001 menggandeng berbagai pihak di Solo Raya, mulai dari pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan wisata, dunia usaha, hingga pengelola destinasi wisata.
Melalui program bertajuk Kasmaji Connection, mereka mulai menyusun berbagai paket wisata kreatif yang menghubungkan destinasi-destinasi di Solo Raya. Program tersebut juga akan melibatkan UMKM, sektor kuliner, hingga industri perhotelan agar manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas.
Ferry menilai langkah tersebut penting mengingat rata-rata lama tinggal wisatawan di Solo masih tergolong rendah.
“Saat ini rata-rata wisatawan hanya menginap sekitar 1,3 hari. Karena itu perlu ada nilai tambah agar mereka memiliki alasan untuk tinggal lebih lama dan mengeksplorasi Solo Raya,” katanya.
Tak hanya Kota Solo, kolaborasi yang dibangun juga mencakup sejumlah daerah penyangga seperti Kabupaten Karanganyar, Klaten, dan Boyolali.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyambut positif inisiatif para alumni Smansa tersebut. Menurutnya, program Kota Reuni memiliki peluang besar untuk memperkuat citra Solo sebagai kota tujuan berbagai kegiatan pertemuan dan acara berskala nasional.
“Ini menunjukkan jejaring alumni Smansa sudah berkembang dan berhasil di berbagai bidang. Saya optimistis gerakan ini bisa memberikan dampak sosial maupun ekonomi yang positif bagi Kota Solo,” ujar Astrid.
Ia menambahkan, Solo memiliki infrastruktur yang mendukung untuk pengembangan sektor MICE, mulai dari hotel, pusat pertemuan, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya. Karena itu, konsep Kota Reuni dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi di Kota Bengawan. (RYP)

