Nasi Timbel Mang Uha, Bawa Rasa Autentik Sukabumi ke Solo Baru

Surakarta, SoloTimes – Menikmati nasi timbel khas Sunda kini tak perlu jauh-jauh ke Jawa Barat. Di Solo Baru, Sukoharjo, Nasi Timbel Mang Uha hadir membawa cita rasa autentik Sukabumi dengan sajian nasi pulen beraroma daun pisang, lengkap dengan aneka lauk, sambal, lalapan hingga sayur asem.

Salah satu menu yang banyak menjadi pilihan pelanggan adalah ayam bumbu ketumbar. Selain itu, tersedia pula nasi timbel dengan lauk kakap, bebek, empal, hingga ikan asin jambal. Menu khas Sunda lainnya seperti karedok juga menjadi bagian dari pilihan kuliner yang ditawarkan.

Ciri khas nasi timbel Mang Uha terletak pada proses penyajiannya. Nasi hangat dibungkus menggunakan daun pisang sehingga menghasilkan aroma khas yang semakin menggugah selera. Nasi tersebut kemudian dipadukan dengan lauk dan pelengkap bercita rasa Sunda.

Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Pelanggan bisa menikmati paket makan di Nasi Timbel Mang Uha mulai dari Rp25 ribu. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB, sehingga dapat menjadi pilihan untuk makan siang maupun makan malam.

Aa Roni, keponakan sekaligus pengelola Nasi Timbel Mang Uha Solo Baru, mengatakan konsep tersebut sengaja mempertahankan cita rasa khas Sukabumi yang menjadi akar dari usaha keluarganya.

“Ciri khas kami tetap mempertahankan cita rasa autentik Sukabumi. Nasi pulen dibungkus daun pisang, kemudian dilengkapi lauk, sambal, sayur asem dan lalapan,” kata Aa Roni.

Menurut Aa Roni, lahirnya Nasi Timbel Mang Uha berawal dari kebiasaan Mang Uha saat masih kecil di Sukabumi, Jawa Barat. Kala itu, sang paman terbiasa membantu kedua orang tuanya menyiapkan bekal untuk bekerja di ladang.

Setiap pagi, nasi hangat dibungkus daun pisang dan dilengkapi lauk sederhana, lalapan serta sambal. Kebiasaan tersebut kemudian menumbuhkan kecintaan Mang Uha terhadap kuliner Sunda.

Dari pengalaman masa kecil itu, Mang Uha mencoba membawa makanan yang lekat dengan kenangan keluarganya menjadi sebuah usaha. Nasi Timbel Mang Uha pertama kali dibuka di Jakarta pada 2009.

Perjalanan bisnis tersebut sempat mengalami kegagalan. Usaha yang dibangun Mang Uha harus berhenti setelah kerja sama yang dijalankan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Namun, pengalaman tersebut justru menjadi kesempatan untuk belajar. Mang Uha memperdalam pengetahuan mengenai manajemen operasional, pengelolaan dapur, penataan area persiapan, penggunaan peralatan hingga pengelolaan keuangan.

Hingga akhirnya perjalanan Mang Uha membawanya ke Solo. Di kota ini, ia kembali bertemu dengan salah satu pelanggan setianya ketika masih berjualan di Jakarta, yakni Teh Nia.

Perempuan asal Sukabumi tersebut sebelumnya pernah merantau dan berkarier di Jakarta sebelum akhirnya pindah ke Solo bersama suaminya. Melihat perkembangan Solo Baru yang begitu pesat, Teh Nia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk kuliner khas Sunda.

“Teh Nia adalah salah satu orang yang kembali membuat Paman Uha percaya bahwa mimpi ini masih layak untuk diperjuangkan,” ujar Aa Roni.

Teh Nia kemudian membantu mencarikan lokasi usaha, mendampingi proses perizinan, memperkenalkan Nasi Timbel Mang Uha kepada masyarakat hingga memberikan dukungan permodalan.

Menurutnya, masyarakat Solo Raya cukup terbuka terhadap kuliner Nusantara. Di sisi lain, pilihan masakan Sunda autentik yang benar-benar mempertahankan cita rasa asal masih memiliki ruang untuk berkembang.

Dari situlah Nasi Timbel Mang Uha kembali berdiri, kali ini di Solo Baru. Kehadirannya bukan hanya menawarkan pilihan kuliner baru bagi warga Solo Raya, tetapi juga membawa cerita dan cita rasa Sukabumi yang telah melekat pada keluarga Mang Uha sejak masa kecil.

Dengan harga mulai Rp25 ribu, beragam pilihan lauk, serta cita rasa Sunda yang tetap dipertahankan, Nasi Timbel Mang Uha kini mulai menjadi salah satu pilihan warga Solo Baru dan sekitarnya untuk menikmati masakan Sunda tanpa harus bepergian jauh ke Jawa Barat. (Ayu Sastro)