Walikota Solo Tekankan SPMB No Jastip
Surakarta, SoloTimes.id – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan akan mengawal keluhan masyarakat terkait polemik penerimaan siswa Kelas Program Khusus di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surakarta.
Respati meminta Dinas Pendidikan Kota Surakarta bekerja secara profesional, transparan, dan terbuka dalam menyampaikan data kepada masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi hal penting agar proses penerimaan siswa dapat dipertanggungjawabkan.
Respati mengakui telah mendengar adanya aduan dan tanggapan dari warga setelah pengumuman penerimaan siswa Program Khusus. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan menjelaskan tahapan seleksi hingga penetapan siswa yang dinyatakan lolos secara terbuka dan akurat.
“Saya akan mengawal keluhan dari masyarakat. Saya sudah menuntut profesionalitas dari Disdik agar ada keterbukaan data dan informasi, karena itu menjadi penting sekali. Kita akan kawal terus aduan, akan kita buka, dan profesionalitas Disdik akan kita tunjukkan,” ujar Respati saat ditemui di kantornya, Senin (8/6/2026).
Menurut Respati, dinamika dan berbagai tanggapan masyarakat, termasuk yang muncul di media sosial, menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai tingginya perhatian publik justru menunjukkan bahwa transformasi pendidikan negeri di Kota Solo masih mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
“Saya mendengar adanya polemik setelah pengumuman penerimaan siswa Program Khusus kemarin. Namun, dari sisi positif, perhatian publik ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan negeri masih mendapatkan kepercayaan masyarakat. Karena itu, saya optimistis dan mengapresiasi perhatian warga,” katanya.
Respati menegaskan, Sekolah Program Khusus pada prinsipnya merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam mendorong transformasi pendidikan negeri. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sekolah negeri sekaligus memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi siswa.
Meski demikian, ia memastikan seluruh masukan, kritik, dan aduan masyarakat akan tetap menjadi perhatian. Menurutnya, pelaksanaan program harus terus dikawal agar berjalan profesional, transparan, dan tidak menimbulkan kesan diskriminatif maupun eksklusif.
“Aduan-aduan ini akan kita kawal, akan kita buka, dan profesionalitas dari Disdik harus kita tunjukkan ke depan,” tegasnya.
SPMB NO JASTIP
Lebih lanjut, Respati juga menegaskan tidak ada ruang bagi praktik titip-menitip dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Solo, termasuk dalam penerimaan siswa Kelas Program Khusus di SMPN 24 dan SMPN 25 Surakarta.
Ia memastikan prinsip transparansi dan profesionalitas yang telah diterapkan sebelumnya akan terus dijaga dalam proses penerimaan murid.
“Seperti tahun lalu, saya tegaskan no jastip, sekarang juga tidak. Intinya profesionalitas Disdik ini menjadi prioritas yang harus saya kawal. Keluhan masyarakat harus saya kawal supaya Disdik lebih profesional lagi ke depan,” imbuhnya.
Dengan pengawalan tersebut, Respati berharap penerimaan siswa Kelas Program Khusus dan pelaksanaan SPMB di Kota Solo dapat berjalan lebih baik, terbuka, serta tetap berpihak pada kepentingan pendidikan masyarakat Kota Surakarta.

