Wong Solo Grub Beri Support Event Pasar Loka di Lokananta
Surakarta, SoloTimes.id — Pasar Karya Cenderaloka di Lokananta Bloc menghadirkan 16 UMKM dari Solo Raya sekaligus menjadi ruang kreativitas bagi masyarakat lintas usia. Selain bazar kerajinan, kegiatan ini diramaikan berbagai lomba dan lokakarya, dengan pembuatan gerabah menjadi salah satu aktivitas yang paling diminati.
Penanggung jawab atau PIC Pasar Karya Cenderaloka, Detta, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada UMKM binaan Cenderaloka. Para pelaku usaha yang terlibat berasal dari sejumlah daerah, termasuk Solo, Klaten, dan Sukoharjo.
“Pasar Karya Cenderaloka yang digelar di Lokananta Bloc ini sebagai bentuk apresiasi kepada UMKM binaan Cenderaloka dari Solo Raya, dari Solo, Klaten, terus ada juga dari Sukoharjo,” ujar Detta.
Ia menjelaskan, Cenderaloka saat ini berfokus pada pengembangan platform untuk produk kerajinan tangan atau handicraft. Sektor kuliner belum masuk dalam cakupan tersebut, tetapi menjadi salah satu arah pengembangan ke depan.
“Untuk saat ini, di tahun 2025–2026, memang kami dari Cenderaloka untuk makanan belum, karena kita baru menghadirkan platform ini untuk handicraft. Mungkin ke depannya kita akan mengembangkan sistem untuk kuliner,” katanya.
Selain memperkenalkan produk UMKM, Pasar Karya Cenderaloka menghadirkan lomba merangkai bunga, tari tradisional, mewarnai untuk anak-anak, serta lokakarya kreativitas. Rangkaian kegiatan tersebut menarik peserta dari Solo maupun luar kota.
Detta menyebut, lomba tari tradisional bahkan diikuti peserta dari Semarang. Kehadiran peserta lintas daerah turut menambah semarak acara.
“Peserta lomba tari itu tidak hanya dari Kota Solo saja, tetapi ada yang dari Semarang. Dari luar kota itu banyak banget,” ujarnya.
Antusiasme juga terlihat pada lokakarya kreatif yang diikuti berbagai kelompok usia. Pesertanya tidak hanya anak muda, tetapi juga ibu rumah tangga hingga bapak-bapak yang mencoba keterampilan merangkai bunga.
“Workshop-nya juga terdiri dari berbagai usia, tidak hanya anak muda saja, tetapi juga ada ibu-ibu, ada yang ibu rumah tangga. Tadi juga ada bapak-bapak ikut merangkai bunga,” tutur Detta.
Dari sejumlah kegiatan yang ditawarkan, lokakarya pottery atau membuat gerabah dari tanah liat menjadi yang paling diminati. Aktivitas ini memberi kesempatan kepada peserta untuk mencoba mengolah tanah liat menjadi sebuah karya.
“Yang paling diminati itu pottery, jadi bikin gerabah tanah liat,” katanya.
Detta turut menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang mendukung penyelenggaraan Pasar Karya Cenderaloka, termasuk Puspo Wardoyo dari Wong Solo Grup.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk seluruh sponsor yang telah mensponsori kami, Pasar Karya Cenderaloka, termasuk Bapak Puspo Wardoyo dari Wong Solo Grup,” ujarnya.
[Ayu Sastro]
