OJK Solo Resmi Dipimpin Mohammad Mufid, Fokus Dorong UMKM Naik Kelas lewat Digitalisasi

Solo, SoloTimes.id –

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengukuhkan Mohammad Mufid sebagai Kepala OJK Solo menggantikan Eko Hariyanto dalam acara yang digelar di Kantor OJK Solo, Kota Surakarta, Selasa (12/5/2026).

Eko Hariyanto selanjutnya menempati posisi baru sebagai Direktur Departemen Pengendalian Kualitas dan Pengembangan Pengawasan Perbankan.

Pengukuhan tersebut dihadiri Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso, Kepala OJK Jawa Tengah Hidayat Prabowo, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Wakil Wali Kota Astrid Widayani, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat, jajaran Forkopimda, hingga pimpinan industri jasa keuangan dan stakeholder Solo Raya.

Dalam sambutannya, Adi Budiarso menegaskan Kantor OJK Daerah memiliki peran strategis dalam menjembatani kebijakan sektor jasa keuangan dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.

“KOD dituntut menjadi orkestrator sinergi pentahelix mencakup pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, UMKM, akademisi, asosiasi, komunitas dan masyarakat luas guna mewujudkan pertumbuhan sektor jasa keuangan dapat menjadi akselerator pertumbuhan, bukan sekadar penyedia layanan keuangan,” kata Adi.

Adi juga menyoroti pentingnya inovasi keuangan digital untuk memperluas akses pembiayaan UMKM. Menurutnya, masih banyak UMKM yang memiliki potensi usaha baik namun belum memiliki pencatatan keuangan dan dokumen usaha memadai.

“Sebagai upaya implementasi pengembangan digitalisasi UMKM, proses kerja dan pemanfaatan credit scoring berbasis data alternative atau Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) serta layanan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) dapat menjadi booster UMKM dalam memperoleh akses pembiayaan yang lebih layak,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto menyebut OJK memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di era ekonomi digital.

“Di era perkembangan ekonomi digital saat ini, tantangan sektor jasa keuangan semakin kompleks. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, regulator, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi sangat penting agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara sehat dan berkeadilan,” kata Respati.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Surakarta mendukung berbagai program OJK dalam edukasi keuangan, perlindungan konsumen, hingga penguatan UMKM agar mampu naik kelas.

“Kami berharap ke depan OJK Solo dapat terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berdaya saing,” pungkasnya.

Melalui kepemimpinan baru Mohammad Mufid, OJK Solo diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, akademisi, dan masyarakat guna menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan. (RYP)